Best Blogger Template

September tidak milikku



“Hoamm,, ngantuk ..” begitulah setiap malam ketika aku memulai belajar atau membaca. Selalu bawaannya tu nguap mulu lalu tidur >_< maklum mulainya aja larut juga sich.
Wah, gawat kalau seperti ini terus, aku ga bakal maju-maju.
Membaca, hanya sebatas keinginan. Menulis, sebenarnya juga masih sebatas “angek-angek cik ayam” kata orang minang. Entah kenapa aku masih juga seperti itu. Beuh, barangkali dikarenakan tidak dilatih kali ya. Latih?? Huh, yang ada tu malah “latiah” setiap kali mencoba selalulah alasanku “latiah”. Nahlo.. apa ini?, he.
Sementara itu, masalah dalam hidupku satu persatupun bermunculan. #serius amat. Oke, mulai dari masalah waktu, pekerjaan, kuliyah, teman, tugas-tugas, masa depan, dan lainnya semakin mendesak untuk segera diselesaikan.
Baik, sekarang akanku jabarkan sekelut apa sih masalah yang sedang kualami tersebut, yang mungkin sangat mudah bagi orang lain untuk menyelesaikannya. Tp bagiku?
Pertama, adalah waktu.
Ini adalah masalah paling besar yang tidak dapatku praktekkan dengan baik. Meski teori dikepala sudah seabrek krebek (#istilah apa nih, he) yang kudapatkan dari membaca buku sekilas tentang disiplin namun, tidak juga bisa kupraktekkan dengan baik. Memang benar tidak cukup hanya sekedar sifat baik yang kita miliki untuk dijadikan modal kesuksesan, tidak lengkap juga hanya punya perilaku baik. Namun semua itu tentu harus dirancang, ditata dan diarahkan. Jadi semua itu akan terujud ketika seseorang sudah lihai dan pandai mengatur waktu. #ngutip dr buku andri wong… wong,, wong apa ya,,,?
Wah, barangkali aku termasuk golongan orang yang P malas nih. Karena, dari segi waktu saja belum dapat ku atur dengan baik. #:(
Selanjutnya is troble of JOB (wiii,, keren bahasanya tuh, bener gak t uh, artinya apa ya.. ahaha). Pekerjaan? Mang sambil kuliyah aku kerja, ya? (iii, amnesia ya?)
Kerja itu identik sama gaji kan, ya? Betul. Karena kata teman-temanku, aku punya banyak duit, diminta terus tuh traktirannya setiap awal bulan. Mau ditraktir pake apa coba. Mereka ga tau sih, aku kerja dimana. Kata yang lebih tepat adalah Pengabdian bukan pekerjaan. Yaa.. pengabdian di radio yang bernama Sangsurya FM.( Itu radio kapan bisa majunya….. ?) cape sendiri ngurusinnya. Setiap periode ketemu terus dengan masalah yang sama. (Yang salah siapa??) entahlah. Kata ayahku sih, begini, kami yang nyiar ini Cuma sebagai penghidang, bukan pemasak yang memikirkan bahan masakan, bumbu masakan, dimana bahan didapat sampai kompor-kompornya juga dipikirin, bukan. Tapi kalian hanyalah sebagai penghidangnya. Terus, yang masak siapa coba? Penjelasan ayah pun berlanjut, bahwa radio ini berada dibawah organisasi besar yang ga diragukan lagi dakwahnya. Ya apa beratnya sih kalau radio ini dikembangkan, dikelola oleh bidang dakwahnya. (#oo,, jadi gitu). Tapi, pimpinan tidak juga pernah mengerti! Huh, bosan!
KULIYAH… kata ini membuatku sesak. Bukan aku namanya jika tidak telat. Bukan aku namanya jika tidak terburu-buru keluar kelas. Bukan aku namanya yang ga sempat lihat nilai. Bukan aku namanya yang sering esemessin teman nanya ini itu tentang kampus. (Wah sesibuk apa sih neng?) ga tau juga kenapa aku bisa-bisanya seperti itu. Radio itu masih bergelayut diujung nafasku. Meski kupunya banyak rekan, tetap saja aku yang jadi sasaran ketika mereka berhalangan dan itu tidak sekali. Hingga akhirnya keteteran. aku bosan.
Tugas kuliyahpun berantakkan. Aku kalah teman. Aku tertinggal. Akupun tak mampu memberikah senyum dibibir kedua orang tuaku ketika namaku disebut cumloude diacara wisuda tanggal 22 September. Aku gagal.
Dikampus aku juga punya amanah dakwah. Karena kondisinya serba rumit, teman-teman pada mengerti aku.
Manusiapun tak kan bisa mengerti. Hingga, aku ingin memberitahu-Nya, menggapai tangan-Nya, meraih sentuhan-Nya, agar semua masalah ini dapatku selesaikan. Hingga tak lagi cemas dengan cerahnya masa depan.


Read More

Senyum itu, indah



Rasulullah saw. bersabda : "Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah." (HR. Muslim)Teman, jika masing-masing kita ditanya tentang kriteria seorang teman maka kita punya argumen masing-masing. Saya juga punya jawaban sendiri, yaitu, dia yang bersahaja dan murah senyum. saya berharap dengan jawaban saya ini, kita sependapat. kenapa tidak, karena fitrah hati manusia itu tentram bersama kesantunan, betul? orang yang bersahaja itu jauh dari kesombongan serta cendrung tidak menutup diri. sedangkan orang yang mudah memberikan senyum itu hatinya jauh dari dendam dan prasangka. tapi, tetap senyum itu juga ada situasinya.
Teman, Senyuman adalah gambaran isi hati yang menggerakkan perasaan dan memancar pada wajah seperti kilatan cahaya, seakan berbicara dan memanggil sehingga hati yang mendengar akan terpikat. begitulah kata Abbas As-Siisiy dari bukunya yang berjudul Bagaimana Menyentuh Hati. Saya sangat tertarik dengan pembahasan tersebut serta mencoba mempraktekkannya dengan sepenuh hati. Misal, ketika berjumpa atau berpapasan dengan masyarakat baik saudara yang saya kenal ataupun tidak, saya usahakan untuk menyapa dan tersenyum, bilkhusus, untuk yang sudah saya kenal saya lebihkan sedikit waktu untuk bercengkrama dengannya sekedar bertanya kabar, sampai-sampai saya digelari "Miss. Singgah" oleh teman-teman kelas di kampus. Gelar tersebut terkadang membuat saya geli, karenanyalah saya sering ditinggal oleh mereka ketika mau ke perpustaka atau ke kantin, disamping itu ada juga yang sabar menunggu sampai urusan saya selesai, semoga Allah melapangkan urusannya.
Tidak hanya dikampus, di tempat lain ketika berpapasan dengan seseorang saya juga berusaha menyapa dan tersenyum. Dengan ibuk-ibuk, Bapak-bapak, uni-uni, adik-adik, nenek-nenek, kakek-kakek, dan terkadang saudara laki-laki jika memungkinkan. niat saya semata-mata hanyalah menghubungkan silaturrahim dengan cara yang sederhana karena Allah. 
Teman, Senyuman yang dibuat-buat tidaklah sama dengan senyuman yang tulus ikhlas. senyuman yang dibuat-buat adalah sebuah kreasi seni. sedangkan senyuman yang tulus ikhlas adalah fithrah; ia ibarat bunga yang mekar di tangkainya, indah dipandang mata, dan harum baunya, yang menjadikan jiwa terlena dan bersimpati. Teman, tahukah kamu? ketika kita tersenyum dan senyuman itu tulus dari hati  maka ia akan mampu memberikan kebahagiaan pada orang yang menerimanya. seperti kutipan hadist berikut "Kamu tidaklah dapat membahagiakan orang lain dengan hartamu, tetapi yang dapat membahagiakan mereka adalah wajah yang ceria dan akhlak yang mulia"  luar biasa, bukan? hanya dengan memberikan senyuman yang lahir dari hati tersebut membahagiakan orang lain, dan ini adalah nilai kebaikan yang mendapat poin disisi Allah SWT. InsyaAllah.


Read More

HAPE ku Ngadat lagi



Ini nih, kalo udah begini, selalu bermasalah. Sapa lagi kalo bukan hape ku. Kenapa ya akhir-akhir ne diya ga demen lagi sama aq. Awalnya aq pake ex..L, tapi boros pulsa, masa setiap kali seminggu disuruh ngisi terus, boros gak tuh. Selain itu aq juga pake aaaess. Maklum kartu duplikat jadi sering bermasalah dengan signalnya. Ex..L-pun aq ganti lg dg eksis. Eh ternyaaaataaa oh ternyataa,, dilokasi rumahku si ekssiss ne,, signalnya juga minta ampuun dah. Wong temen-temen sms sekarang eh sampainya dua hari lagi, hehe pantesan lah, mereka pada “berang-berang”.
Nostalgia dikit yaa. Hape qu ne pemberian abangku yang nomer tiga. Dy tu baaiikk bgd. Penyayang. Melihat hapeku yang sebelumnya jadul banged, ya dibeliin lah yang lebih mantep dikit. Alhamdulillah. Usianya sekarang hampir 3 tahun. Ya maklum, sedikit berkurang daya tangkap signalnya, lagian sering jatuh juga sih, tapi body nya tetap awet kok.
Ada yang bilang , “ganti lah hape tu lai”, hmm bisanya omdo, omong doang. Emang belinya bisa pake daun apa. Dy ga tau sih kalo sekarang aku tu lagi krisis. Mau minta ke ortu sebenarnya bisa aja, tapi aku sudah terlalu banyak kali minta sama mereka, maunya aku lagi yang ngasih. Mhn doa ya fren, agar aku cepet tamat dan cepet dapet kerja. Cita-cita utamaku adalah naikin haji kedua ortu ku secepatnya. Aku inginnn sekali merasakan nikmatnya dekat sama Allah bersama kedua ortu ku ditanah suci itu nanti selagi usiaku masih muda gitu loh. Aamiin aamiin aamiiin…
Kembali lagi ke cerita hape ku, ya. Dy tu setia bgd loh, mau tidur aja aku didendangin. Lagi galau aja, aku diputerin murathol. Dan dy udah banyak bantu aku. Jadi, sedih banged klo ada yang bilang atau nyuruh aku ganti hape. Mau ganti sih, tapi,,,,,, ya itu dy… cerdasi aja ya.. hehe.
Melalui tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan pesan ke saudara-sadaraku seantero bumi Allah, mohon maaf yah jika pesan-pesannya tidak dibalas, karena terkadang pesan tersebut tidak sampai meski laporan sampainya ada di hape qm. Telfonnya yang tidak bisa tersambung, padahal hape qu ini aktif loh, terkadang tidak bisa memberi kabar juga kalau terlambat datang rapat atau ga bisa datang ke ini itu, karena aku disini  juga ga bisa ngirim pesannya ke qm karena signal hilang atau pulsa koid, he. Mohon dimaafkan yaa.. mohon doakan yang terbaik untuk aq, kamu, dy dan kita semua. Salaam …
(Postingan lama.. ga tau jg tanggal berapa ditulis)

Read More

Anugrah Persaudaraan

Beberapa hari terakhir, saya mengalami frustasi tingkat tinggi. Sambil tafakur, satu syair nasyid Sigma yang berjudul “Hanya Dia”, hadir menghibur kesedihan saya saat itu, derasnya airmata mengalir sudah tak tertahankan lagi. Lemah, tak berdaya inilah hakikat diri saya sesungguhnya. Meski diluar terlihat senyum atau ramah atau yang lainnya, namun, didalam hati bekecamuk beribu kekhawatiran yang semakin lama-semakin mendesak yang harus saya tuntaskan. dan hanya ALLAH, tempat mencurahkan segala apa yang kita rasa  serta menyampaikan harapan sepenuhnya, Hanya Dia. begitulah pesan yang disampaikan pada nasyid tersebut.

Saya hanyalah orang bodoh, yang mahu saja di ajak berkongsi tanpa jelas tujuannya. Saya hanyalah anak polos yang mahu saja menerima apa yang terjadi tanpa banyak menuntut. Takbisa melawan atau menolak. Oon, barangkali sebutan itu juga sudah sering ditujukan kepada saya, itu terjadi ketika saya merelakan hak yang seharusnya diambil begitu saja tanpa memperdulikan apa ruginya bagi saya. Terserah mereka mau bilang apa, yang penting itu adalah urusan saya dengan Tuhan saya. Tapi, itu memang tidak bisa dibiarkan. Alhamdulillah, Allah memberikan petunjuk dan jalan melalui sahabat perjuangan yang setia.

Ntah sudah berapakali tetesan air mata ini membasahi pipi. Berapakali pula bantahan yang  saya terima. Berapa kali pula ketika saya anggap orang tersebutlah yang salah, tetapi tetap saja saya yang dimarahi. ini ketika saya mengadukan apa yang terjadi kepada ayah. ketika saya katakan banyak hal tentang liku masalah yang saya hadapi, Ayah malah marah dalam artian agar saya memiliki mental yang kuat, tidak lemah ketika dimusuhi, dibenci, dibantah, dianggap tiada dan segala yang mengecewakan atau keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hingga memang hal ini lah yang kurasakan sekarang ini yang ternyata tetap saja masih membuat saya cengeng. Ketika itu saya tetap menangis. *cengeng.

Tak kuat rasanya menahan masalah-masalah yang sama terjadi lagi meski telah diberitahu cara untuk menyelesaikannya. Semua itu bukan tidak saya lakukan, namun tidak ketemu ujungnya. Ujung atau solusi dari permasalahan itu, karena hubungannya bukan pada diri saya sendiri akan tetapi terkait juga dengan orang lain. Orang lain ini? Apakah dia juga sama pikirannya dengan saya? Apakah dia juga sepaham dengan apa yang saya pahami? Apakah hatinya juga berharap seperti apa yang saya harapkan?  TIDAK.

Barangkali mereka punya masalah yang lebih berat daripada masalah yang sedang saya hadapi. Barangkali juga mereka tengah dilanda frustasi yang lebih hebat. Ataukah mereka lebih buruk dari saya! Semua tidak bisa ditebak dengan kasat mata. Hati manusia sangat dalam, lebih dalam daripada samudra, tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah saja.

Kesimpulannya, tidak ada gunanya tangisan jika engkau telah menyerahkan segalanya pada Allah. Hanya Dia. Berbahagialah sekarang juga. Manusia tidak bisa diharapkan sepenuhnya. Mereka hanyalah pengisi hidup yang menemani ujian dan cobaan menuju Ridho-Nya. Maafkanlah orang-orang yang telah membuat hatimu terluka. Redamlah amarah dengan mengatakan dalam hati “Ya Allah anugrahkan aku hati yang Ikhlas dan Sabar”. Maka semua akan terasa INDAH. Selamat bagi PEMENANG hari ini. Wallahu’alam bishawwab.

Teman, apapun yang terjadi, tetaplah menjadi temanku. Jangan heran aku katakan demikian, karena siapa tahu tentang hati. Hati yang punya kebiasaan bolak-balik. Bisa jadi hari ini engkau menyayangiku, besok besok berubah menjadi biasa-biasa saja atau bahkan membenciku. Bisa jadi sekarang teman, engkau menyanjungku, mana tau besok-besok ingin menghindar dari kehadiranku dalam bentuk apapun. Bisa jadi hari ini teman, engkau sahabatku, teman baikku, saudara seiman bagiku, wallahu’alam hati kita siapa yang tahu, Hanya Dia.

Perjuangan kita tidak sampai disini, jika memang disana tidak dapat menampung ide-ide atau gagasan kita, mari bersama kita lirik tempat yang lebih luas untuk bisa menampungnya. Yakinlah suatu saat kita pasti bisa sukses.

Teman, Perjuangan ini akan kupahat sebaik-sebaiknya dalam bingkai keharmonisan nuansa hati. Sungguh engkau semua adalah saudara terbaik yang saya temukan selama ini. Semoga Allah merahmati dan menjaga iman-iman kita, hingga suatu hari dimana tidak ada pertolongan selain pertolongan Allah kita ditemukan dan dikumpulkan pada kenikmatan yang abadi. Silaturrahim ke Syurganya Rasulullah. Aamiin Allahummma AAmiin. ^_^
Mereka saudaraku;

Andriani Syofyan
Nugraha Yuda Perdana
Robi Chandra
Sharah Naningsih
Nailul Hidayati
Rahma Eka Saputri
Burhanizain Fithra
Farid Miftahul Ramdhan
Muhammad Harist
Giva Putri Maryesya
Yogi Putra Dinata
Yumira Shifa
Fauziyah Husna As Padang, 17 April 2012 pukul 22.15 s/d 22.50 wib

Read More

Cahaya itu, bernama HIDAYAH


Cahaya itu,,,

Ya Allah.. aku rindu cahaya itu datang..
aku ingin kembali merasakan kebahagiaan yang dulu pernah aku rasakan ya Allah..
kebahagiaan yang bukan karena harta
bukan karena cinta manusia
bukan karena kepintaran, kecantikan atau kedudukan..
tapi kebahagiaan bathin yang lahir dari ruhi yang bersih dan bercahaya…
pancarannya dirasakan semua orang
pancarannya menjadikan ilmu mau tumbuh, berseri dan subur
pancarannya menjadikan semua masalah terselesaikan dengan baik
itukah mungkin yang kami sebut hidayah?

Ya Allah..
Apakah karena mata ini sudah terkaburkan oleh pandangan-pandangan yang tidak pantas dilihat?
Apakah kepala ini sudah dipenuhi pikiran-pikiran yang merusak?
apakah hidung, mulut, tangan, tubuh, kaki membuat hati buta karena banyaknya noda tertumpuk?
hingga Ya Allah..
Hidayah itu tidak mau lagi mendekat…

Kalau itu benar Ya Allah..
aku hanya hamba yang lemah dan tidak ada daya dan upaya…
hanya belaskasihan dari-Mu ya Allah yang aku harapkan…
Ampuni hamba-Mu ini ya Allah…
Ampuni pikiranku, ucapanku, langkahku, perbuatanku…

Ya Allah,, hanya kepada-Mu aku serahkan segala urusan…

#KutipanMuhasabahnyaIMissUsist

Read More

Nasehat, ku ingin

Kali ini dia hancur
bukan hancur karena jatuh lalu pecah,, ia bukan gelas atau kaca
hancur lantaran ia merasa aman aman saja.

merasa aman dengan kondisinya yang sekarang
merasa aman dengan apa yang ia lakukan adalah benar
merasa aman atas ucapan-ucapan yang ia lontarkan bermakna kebaikan.

namun,
aman mu, syurga bagimu
aman mu juga neraka bagimu

tahukah kamu?
hatimu cukup lugu untuk kau bohongi
hatimu cukup bersih untuk kau kotori..

sekarang ia sedang menangis
tangisan tanpa air mata
ia menyesal karena tak mampu menahan sikap ugalmu
karena kau menganggap itu baik, karena tiada yang protes kan?.

tahukah kamu?
ketawamu menghancurkan hati banyak orang, mereka tidak merasa terhibur, malah merasa risau
candamu memecahkan tabir penghalang
mereka tak lagi percaya dengan ucapan baikmu
mereka risau

bayangkan,,
berapa banyak umat yang mendengarkan aksimu
mereka berasal dari berbagai kalangan
tak siapa tahu, mereka hanya bisa mendengar dan melebur

hatimu mati
karena kau masih saja menganggap itu adalah kebaikan
hatimu terkunci,,

bukalah hatinya kembali kawan..
relakah itu semua hancur karena ketidakpedulianmu menjaga iman?
Nasehat kebijakan..
Ya, nasehat kebijakan lah yang ia tunggu...
ketegasan, dan kelembutan..
sentuhlah hatinya dengan permata hati yang kau miliki..
ikhlas jadikan itu kunci agar hatinya terbuka rapi

sekarang,
peluang itu kembali hadir
tiada waktu penundaan
mulailah sekarang untuk perbaikan, mulai saat ini juga, dan mulailah dari yang lebih mudah untuk kau tata..

singkirkan ..
singkirkan yang tidak penting..
beranilah mengatakan tidak untuk Kebenaran dan langkah pasti.
sirami hatinya dengan nasehat,
ikhlas jadikan itu kunci.

Read More

Sabar

Sabar..
Kata-kata inilah yang mencoba menenangkan diriku akibat sikap yang dia tunjukkan.
Gondok, apa boleh buat.. . harus dibuang jauh-jauh karena
dia tetap temanku.

Aku terima kekuranganku, hanya saja apa ia Rasulullah pernah mengajarkan pada kita umatnya, menunjukkan kehebatan kita saat marah?
tentu tidak, sebisanya Nabi menganjurkan agar "Jangan marah... "
nah, yang jadi masalahnya, dengan cara apakah kita tunjukkan marah kita agar dapat diterima dengan baik oleh objek yang membuat kita marah?
apakah dengan cara memperlihatkan wajah kusam? nada suara tidak baik? pandangan mata penuh dendam?
apa benar seperti itu?

berarti bisa dikatakan kita bukanlah termasuk umat Nabi Muhammad yang kita akui sebagai tauladan akhlak  bukan? toh nyatanya, kita masih dikalahkan oleh amarah tanpa sebab.
Nabi saja tetap bersikap ramah dan lembut terhadap orang-orang yang membencinya, bahkan menjenguk ketika orang yang membencinya tersebut jatuh sakit... alhasil dakwah Nabi diterima...

kembali ke pembicaraan awal, aku kecewa dengan sikap temanku yang marah-marah tanpa sebab.
pesan dari Kakak semalam, terima dulu sikapnya dengan berfikiran positif, barangkali saja ketika itu dia lagi ada masalah dalam keuarga atau masalah pribadi lainya...
ya... deh...

Read More