Best Blogger Template

Rihlah Masyithah



Pagi ini, Rabu 24 Okt  aku sangat antusias utk mengikuti rihlah dg teman-teman seperjuangan. Meski waktunya sempat diundur  yg seharusnya ahad lalu. Sebabnya, banyak dr teman-temanku yang terlibat dalam sebuah acara. Namun sebenarnya ahad lalu  itu aku tdk diberi tahu kalau acaranya diundur dan sudah siap jg utk berangkat. Seperti tas ransel, makanan, snek donut yg dibikinin Ibuku, dan perlengkapan lainnya. Planningnya ke Pantai Nirwana saat itu. Tapi kok ada yang rancu ya. Setelah kuhubungi kembali salah satu dr temanku,  ternyata acaranya memang diundur. He. 

Okey, Rihlah kami hari ini bersama seorang guru yang tidak pernah bosan dan lelah menginspirasi kami tiap minggunya. Kesepakatan tempat  berkumpul adalah di Mesjid Taqwa Mhmdyah Pasar Raya ontime pukul 09.00 wib. Menurut rencana awal, masing-masing dr kami harus menuliskan surat utk sdr2x nya dan surat utk guru. Selain itu juga, kami membawa kado masing-masing tak terkecuali guru jg bawa kadonya. Semua agenda sudah disusun dg baik. 

Segala sesuatunya sudah siap. Dengan mengucapkan Basmalah menggunakan motor akupun berangkat pukul 08.15 wib. Sebelum itu aku diingatkan utk menjemput guru ke sekolah, dan guru minta agar kita tdk terlambat beliau berpesan kl sdh sampai di sekolah kirim sj pesan. Akupun menjemput guru ke sekolah tepat pukul 08.30 sudah berada disana. Ku layangkan pesan singkat memberi kabar tau kl aku sdh sampai. Hmm,, seperti ga bakal terlambat sampai ditaqwa, sesuai dg batas waktu yang ditentukan. Cuma butuh wktu 20 mnt. 

Tapi saat itu aku cuma punya  1 sms yang bs dikirim krn pls ku belum diisi ulang. Sdh  lbh 15 mnt stlh sms ku kirimkan, respon guru kok blm jg datang ya. Akupun mulai gelisah, guru mana ya? Apa hp nya tinggal dlm tas? Tp tak mungkin krn kami sdh janji sblmnya pasti guru standby di hp nya. Oh barangkali guru tengah sibuk krn kebetulan kulihat siswa-siswa guru sdg ada pelombaan. Sambil ku lanjutkan al’matsurat pagi yg belum tuntas, dan sambil terlintas pikiran td, hp ku bergetar. Alhamdulillah akhirnya guru menghubungiku. Pukul 08.55 wib, kamipun berangkat. J

Guruku memang seorang yang sangat aktif. Terkadang ada hal-hal yang tdk sempat dipersiapkannya saking banyaknya hal yang lain yang lebih penting untuk disiapkan. Guru mempunyai 2 orang anak yang harus diperhatikan krn masih kecil. Aku percaya dan yakin guru adalah serang yang pandai dan tepat dalam mengambil keputusan dan disiplin. Aku banyak belajar hal tsb darinya. 

Perjalanan dilanjutkan. Aku lupa membawa helm utk guru. Ttapi itu tdk maslah, Allah menunjukkan jalan pintas ke Pasar Raya tanpa harus melalui pos-pos polisi. Hehhe. Kamipun sampai di Taqwa pukul 09.20 wib. Kulihat 3 sdr2x ku sdh berada dilokasi. Hmm,,kami terlambat. Sesampai disana  sepertinya guru ada yang mau dibeli dulu. Aku dan tmn2x lainnya duduk menunggu di teras dlm msjd sambil jg menunggu kedatangan tmn2x lainnya. Sambil bercengkrama, ternyata banyak dr tmn2x yg harus pulkam ba’da zuhur hr ini berhubung Jum’at mau lebaran. Salah satu sdr ku mengusulkan agar perjalanan rihlah qt ga usah jauh-jauh. Ke Pantai Padang saja biar lebih efisien waktunya. Hmm aku menyarankan agar nanti kita sampaikan ke guru. Sementara itu satu persatu sdr ku yang lainnya sampai. Kuperhatikan, ada diantara mrkyang masih sibuk menggoreskan tinta penanya. Sepertinya masih ada surat yg belum selesai. J

Gurupun kembali, tapi kok tdk ada membawa apa-apa ya? Hmm aku segan jg bertanya. Sebenarnya ingin kutawarkan bantuan. Tapi.. hm. Hehe. Kamipun langsung berembuk ttg usulan sdrku  td. Akhirnya lokasi yang terpilih adalah Taman Melati. Kami berangkat dg berjalan kaki. Rombongan Jleb yang anggun, dan aku semakin mengagumi mereka. J Sesampainya di Taman Melati, guru segera membelikan kami tiket masuk. Sambil menunggu, teman2x termasuk aku jg sibuk mengumpulkan duitnya. Tiket masuk kesana seharga Rp. 2.100/org. hmm, teman2xku ini mmng benar2x tdk ingin menyusahkan guru, walau sebenarnya guru tdk merasa disusahkan terutama ketika membayarkan tiket masuk. #serius Hehe. Karena sambil memboncengi guru td kami sempat cerita-cerita ttg semangat guru pergi rihlah. Sampai-sampai guru rela meninggalkan muridnya yg tengah mengikuti perlombaan di sekolah td.

Perjalananpun dilanjutkan. Kami beramai-ramai masuk ke lokasi. Sambil melihat dan memperhatikan kanan dan kiri, sepertinya meskipun Rabu, taman ini tetap ramai oleh pengunjung. Kami sempat bingung, mana tempat yang pas utk memulai acara saking penuhnya. Pilihanpun tertuju pada pepohonan rimbun yang dibawahnya rerumputan hijau dihiasi dedaunan kering namun sangat sejuk untuk berdiam disana. Lingkaranpun segera kami bentuk. Acara dimulai. Sdrku Faza sbg MCnya. Restu pj mmbc qur’an, Zulfina pj game. Dan kami sbg yg menikmati. Hehehe. 

Hmm hmm, kudengar  laporan dr etna, game nya tdk jadi disiapkan krn kondisi tubuh saat itu tdk sht. Lalu, guru mengarahkan wajahnya kpd ku, menayanyakan apakah aku ada menyiapkan game? “Ga ada guru, aku tdk pny stok game yang menarik utk dimainkan” hehehe

Aduh, tak terlukiskan betapa bahagianya perasaanku hari ini. Berkumpul dengan mereka yang kusayang karena Allah. (Bergumam sendiri, Ya Allah jagalah selalu ukhuwah ini dalam dekapan cinta-Mu bilkhusus jagalah semangat kami agar tetap berada dalam dakwah dan semangat tarbiyah dr Mu). 

Setelah acara dibuka oleh faza. Lalu dilanjutkan dengan tartil yg dibacakan oleh restu, (subhanallah hafalan beliau yg menjadi perhatianku. Bacaannya bersih dan menyejukkan hatiku, apakah ini yang terakhir dapat kudengarkan? Krn mmg rihlah ini digelar adalah dlm rangka perpisahan dngnnya dan 3 org lainnya pasca wisuda). Setelah bacaannya selesai, dialnjutkan dg Taujih dr sang guru. Disana duru berpesan agar kami tetap menjaga semngat tarbiyah dimanapun dan kapanpun dan memiliki impian serta cita-cita besar. 

Setelah taujih berakhir, dikarenakan game nya tdk ada maka acara dilanjutkan dg tukar kado. Sebelum pembagian tukar kado dimulai, guruku minta maaf yang sedalam-dalamnya kpd kami, karna tdk sempat menuliskan surat untuk kami. Dikarnakan kata guru hampir setiap malam beliau kerumah sakit utk mengobati anggota keluarga yg sakit jadi tdk sempat mempersiapkan dg maksimal. Selain itu guru jg minta maaf tdk sempat membelikan kadonya (barangkali td guru berusaha mencarikan kadi yg sesuai tapi tdk menemukannya). hmm, bagi kami itu tdk masalah. Yang penting hati senang J.

Acara tukar kadopun digelar. Guru minta kado yang khusus guru, simbolis dl. Dengan syarat yang mendapatkannya harus yang ada di Padang. Kalau yang dapat adalah yang pergi ke luar daerah maka gulungan kertas tadi harus diganti atau dikocok ulang. Kamipun mulai mengambil satu gulungan kertas yg berisi angka. Nanti akan disesuaikan dengan angka yang sudah dituliskan dikado masing-masing. Kocokan pertama, gagal. Karena guru mendapatkan angka simbolis. Kocokan kedua jg demikian. Hm hm,,, hehehe… sempat kami semua tertawa. Gurupun ikut tertawa. 

Kehangatan semakin terasa. Kocokan ketiga berhasil. Zulfina mendapatkan angka simbolis dr guru. Aku mendapatkan angka 5. Begitupun jg teman-teman yg lainnya. Faza mendapatkan angka nomer 8. Beliau ini bahagia sekali, karena isi didalamnya payung … katanya “Alhamdulillah aku dapat payung, ga perlu lagi beli payung yg kebetulan payung ku dah ga bisa dipakai lagi” :D

Akupun segera membuka bungkusan milikku. “Wah… Alhamdulillah celengan.. :D :D “ (tau aja nih,,, aq memang sebenarnya mau belii celengan biar bs nabung) hheehee… semua mendapatkan bungkusan dengan isi yang sesuai kebutuhannya. Semua bergembira. Kami pun berfoto bersama. 

Ada yang tertinggal. Tadi kami juga sempat membagikan surat cinta. Akan tetapi, surat cinta untuk guru tdk ada dibikin teman-teman. Hanya untuk sesame kami saja. Tapi aku merasa ini ada kesalahpahaman informasi. Sebenarnya kami juga menuliskan surat untuk guru. Hmm hanya aku yg memberikannya ke guru. Karena suratku adalah satu untuk semua. Semoga saja bs mengobati kesedihan guru. Aku dapet 6 surat. Harusnya tujuh. Surat dr sdrku hana katanya nyusul. Hmm,, hehehe.

Acara rihlah hari ini pun usai. Tepat adzan dzhuhur berkumandang, kami sudah sampai lagi di mesjid Taqwa. Sesampainya di rumah aku ingin segera membaca surat-surat td. Tapi sabar.. ku tahan obsesiku untuk itu krn aku harus bantu ibu dulu di dapur. Setelah semuanya selesai. Tulisan inipun ku rangkai. Segera kubaca satu demi satu surat yang tertulis. Subhanallah… mereka semakin ku cinta… mhn maafkan aku yang mash belum sempurna mengisi hari-hari kita dalam bersaudara.
Masyithah, ku cinta karena Allah mempertemukan kita.

Read More

September tidak milikku



“Hoamm,, ngantuk ..” begitulah setiap malam ketika aku memulai belajar atau membaca. Selalu bawaannya tu nguap mulu lalu tidur >_< maklum mulainya aja larut juga sich.
Wah, gawat kalau seperti ini terus, aku ga bakal maju-maju.
Membaca, hanya sebatas keinginan. Menulis, sebenarnya juga masih sebatas “angek-angek cik ayam” kata orang minang. Entah kenapa aku masih juga seperti itu. Beuh, barangkali dikarenakan tidak dilatih kali ya. Latih?? Huh, yang ada tu malah “latiah” setiap kali mencoba selalulah alasanku “latiah”. Nahlo.. apa ini?, he.
Sementara itu, masalah dalam hidupku satu persatupun bermunculan. #serius amat. Oke, mulai dari masalah waktu, pekerjaan, kuliyah, teman, tugas-tugas, masa depan, dan lainnya semakin mendesak untuk segera diselesaikan.
Baik, sekarang akanku jabarkan sekelut apa sih masalah yang sedang kualami tersebut, yang mungkin sangat mudah bagi orang lain untuk menyelesaikannya. Tp bagiku?
Pertama, adalah waktu.
Ini adalah masalah paling besar yang tidak dapatku praktekkan dengan baik. Meski teori dikepala sudah seabrek krebek (#istilah apa nih, he) yang kudapatkan dari membaca buku sekilas tentang disiplin namun, tidak juga bisa kupraktekkan dengan baik. Memang benar tidak cukup hanya sekedar sifat baik yang kita miliki untuk dijadikan modal kesuksesan, tidak lengkap juga hanya punya perilaku baik. Namun semua itu tentu harus dirancang, ditata dan diarahkan. Jadi semua itu akan terujud ketika seseorang sudah lihai dan pandai mengatur waktu. #ngutip dr buku andri wong… wong,, wong apa ya,,,?
Wah, barangkali aku termasuk golongan orang yang P malas nih. Karena, dari segi waktu saja belum dapat ku atur dengan baik. #:(
Selanjutnya is troble of JOB (wiii,, keren bahasanya tuh, bener gak t uh, artinya apa ya.. ahaha). Pekerjaan? Mang sambil kuliyah aku kerja, ya? (iii, amnesia ya?)
Kerja itu identik sama gaji kan, ya? Betul. Karena kata teman-temanku, aku punya banyak duit, diminta terus tuh traktirannya setiap awal bulan. Mau ditraktir pake apa coba. Mereka ga tau sih, aku kerja dimana. Kata yang lebih tepat adalah Pengabdian bukan pekerjaan. Yaa.. pengabdian di radio yang bernama Sangsurya FM.( Itu radio kapan bisa majunya….. ?) cape sendiri ngurusinnya. Setiap periode ketemu terus dengan masalah yang sama. (Yang salah siapa??) entahlah. Kata ayahku sih, begini, kami yang nyiar ini Cuma sebagai penghidang, bukan pemasak yang memikirkan bahan masakan, bumbu masakan, dimana bahan didapat sampai kompor-kompornya juga dipikirin, bukan. Tapi kalian hanyalah sebagai penghidangnya. Terus, yang masak siapa coba? Penjelasan ayah pun berlanjut, bahwa radio ini berada dibawah organisasi besar yang ga diragukan lagi dakwahnya. Ya apa beratnya sih kalau radio ini dikembangkan, dikelola oleh bidang dakwahnya. (#oo,, jadi gitu). Tapi, pimpinan tidak juga pernah mengerti! Huh, bosan!
KULIYAH… kata ini membuatku sesak. Bukan aku namanya jika tidak telat. Bukan aku namanya jika tidak terburu-buru keluar kelas. Bukan aku namanya yang ga sempat lihat nilai. Bukan aku namanya yang sering esemessin teman nanya ini itu tentang kampus. (Wah sesibuk apa sih neng?) ga tau juga kenapa aku bisa-bisanya seperti itu. Radio itu masih bergelayut diujung nafasku. Meski kupunya banyak rekan, tetap saja aku yang jadi sasaran ketika mereka berhalangan dan itu tidak sekali. Hingga akhirnya keteteran. aku bosan.
Tugas kuliyahpun berantakkan. Aku kalah teman. Aku tertinggal. Akupun tak mampu memberikah senyum dibibir kedua orang tuaku ketika namaku disebut cumloude diacara wisuda tanggal 22 September. Aku gagal.
Dikampus aku juga punya amanah dakwah. Karena kondisinya serba rumit, teman-teman pada mengerti aku.
Manusiapun tak kan bisa mengerti. Hingga, aku ingin memberitahu-Nya, menggapai tangan-Nya, meraih sentuhan-Nya, agar semua masalah ini dapatku selesaikan. Hingga tak lagi cemas dengan cerahnya masa depan.


Read More

Senyum itu, indah



Rasulullah saw. bersabda : "Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah." (HR. Muslim)Teman, jika masing-masing kita ditanya tentang kriteria seorang teman maka kita punya argumen masing-masing. Saya juga punya jawaban sendiri, yaitu, dia yang bersahaja dan murah senyum. saya berharap dengan jawaban saya ini, kita sependapat. kenapa tidak, karena fitrah hati manusia itu tentram bersama kesantunan, betul? orang yang bersahaja itu jauh dari kesombongan serta cendrung tidak menutup diri. sedangkan orang yang mudah memberikan senyum itu hatinya jauh dari dendam dan prasangka. tapi, tetap senyum itu juga ada situasinya.
Teman, Senyuman adalah gambaran isi hati yang menggerakkan perasaan dan memancar pada wajah seperti kilatan cahaya, seakan berbicara dan memanggil sehingga hati yang mendengar akan terpikat. begitulah kata Abbas As-Siisiy dari bukunya yang berjudul Bagaimana Menyentuh Hati. Saya sangat tertarik dengan pembahasan tersebut serta mencoba mempraktekkannya dengan sepenuh hati. Misal, ketika berjumpa atau berpapasan dengan masyarakat baik saudara yang saya kenal ataupun tidak, saya usahakan untuk menyapa dan tersenyum, bilkhusus, untuk yang sudah saya kenal saya lebihkan sedikit waktu untuk bercengkrama dengannya sekedar bertanya kabar, sampai-sampai saya digelari "Miss. Singgah" oleh teman-teman kelas di kampus. Gelar tersebut terkadang membuat saya geli, karenanyalah saya sering ditinggal oleh mereka ketika mau ke perpustaka atau ke kantin, disamping itu ada juga yang sabar menunggu sampai urusan saya selesai, semoga Allah melapangkan urusannya.
Tidak hanya dikampus, di tempat lain ketika berpapasan dengan seseorang saya juga berusaha menyapa dan tersenyum. Dengan ibuk-ibuk, Bapak-bapak, uni-uni, adik-adik, nenek-nenek, kakek-kakek, dan terkadang saudara laki-laki jika memungkinkan. niat saya semata-mata hanyalah menghubungkan silaturrahim dengan cara yang sederhana karena Allah. 
Teman, Senyuman yang dibuat-buat tidaklah sama dengan senyuman yang tulus ikhlas. senyuman yang dibuat-buat adalah sebuah kreasi seni. sedangkan senyuman yang tulus ikhlas adalah fithrah; ia ibarat bunga yang mekar di tangkainya, indah dipandang mata, dan harum baunya, yang menjadikan jiwa terlena dan bersimpati. Teman, tahukah kamu? ketika kita tersenyum dan senyuman itu tulus dari hati  maka ia akan mampu memberikan kebahagiaan pada orang yang menerimanya. seperti kutipan hadist berikut "Kamu tidaklah dapat membahagiakan orang lain dengan hartamu, tetapi yang dapat membahagiakan mereka adalah wajah yang ceria dan akhlak yang mulia"  luar biasa, bukan? hanya dengan memberikan senyuman yang lahir dari hati tersebut membahagiakan orang lain, dan ini adalah nilai kebaikan yang mendapat poin disisi Allah SWT. InsyaAllah.


Read More

HAPE ku Ngadat lagi



Ini nih, kalo udah begini, selalu bermasalah. Sapa lagi kalo bukan hape ku. Kenapa ya akhir-akhir ne diya ga demen lagi sama aq. Awalnya aq pake ex..L, tapi boros pulsa, masa setiap kali seminggu disuruh ngisi terus, boros gak tuh. Selain itu aq juga pake aaaess. Maklum kartu duplikat jadi sering bermasalah dengan signalnya. Ex..L-pun aq ganti lg dg eksis. Eh ternyaaaataaa oh ternyataa,, dilokasi rumahku si ekssiss ne,, signalnya juga minta ampuun dah. Wong temen-temen sms sekarang eh sampainya dua hari lagi, hehe pantesan lah, mereka pada “berang-berang”.
Nostalgia dikit yaa. Hape qu ne pemberian abangku yang nomer tiga. Dy tu baaiikk bgd. Penyayang. Melihat hapeku yang sebelumnya jadul banged, ya dibeliin lah yang lebih mantep dikit. Alhamdulillah. Usianya sekarang hampir 3 tahun. Ya maklum, sedikit berkurang daya tangkap signalnya, lagian sering jatuh juga sih, tapi body nya tetap awet kok.
Ada yang bilang , “ganti lah hape tu lai”, hmm bisanya omdo, omong doang. Emang belinya bisa pake daun apa. Dy ga tau sih kalo sekarang aku tu lagi krisis. Mau minta ke ortu sebenarnya bisa aja, tapi aku sudah terlalu banyak kali minta sama mereka, maunya aku lagi yang ngasih. Mhn doa ya fren, agar aku cepet tamat dan cepet dapet kerja. Cita-cita utamaku adalah naikin haji kedua ortu ku secepatnya. Aku inginnn sekali merasakan nikmatnya dekat sama Allah bersama kedua ortu ku ditanah suci itu nanti selagi usiaku masih muda gitu loh. Aamiin aamiin aamiiin…
Kembali lagi ke cerita hape ku, ya. Dy tu setia bgd loh, mau tidur aja aku didendangin. Lagi galau aja, aku diputerin murathol. Dan dy udah banyak bantu aku. Jadi, sedih banged klo ada yang bilang atau nyuruh aku ganti hape. Mau ganti sih, tapi,,,,,, ya itu dy… cerdasi aja ya.. hehe.
Melalui tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan pesan ke saudara-sadaraku seantero bumi Allah, mohon maaf yah jika pesan-pesannya tidak dibalas, karena terkadang pesan tersebut tidak sampai meski laporan sampainya ada di hape qm. Telfonnya yang tidak bisa tersambung, padahal hape qu ini aktif loh, terkadang tidak bisa memberi kabar juga kalau terlambat datang rapat atau ga bisa datang ke ini itu, karena aku disini  juga ga bisa ngirim pesannya ke qm karena signal hilang atau pulsa koid, he. Mohon dimaafkan yaa.. mohon doakan yang terbaik untuk aq, kamu, dy dan kita semua. Salaam …
(Postingan lama.. ga tau jg tanggal berapa ditulis)

Read More

Anugrah Persaudaraan

Beberapa hari terakhir, saya mengalami frustasi tingkat tinggi. Sambil tafakur, satu syair nasyid Sigma yang berjudul “Hanya Dia”, hadir menghibur kesedihan saya saat itu, derasnya airmata mengalir sudah tak tertahankan lagi. Lemah, tak berdaya inilah hakikat diri saya sesungguhnya. Meski diluar terlihat senyum atau ramah atau yang lainnya, namun, didalam hati bekecamuk beribu kekhawatiran yang semakin lama-semakin mendesak yang harus saya tuntaskan. dan hanya ALLAH, tempat mencurahkan segala apa yang kita rasa  serta menyampaikan harapan sepenuhnya, Hanya Dia. begitulah pesan yang disampaikan pada nasyid tersebut.

Saya hanyalah orang bodoh, yang mahu saja di ajak berkongsi tanpa jelas tujuannya. Saya hanyalah anak polos yang mahu saja menerima apa yang terjadi tanpa banyak menuntut. Takbisa melawan atau menolak. Oon, barangkali sebutan itu juga sudah sering ditujukan kepada saya, itu terjadi ketika saya merelakan hak yang seharusnya diambil begitu saja tanpa memperdulikan apa ruginya bagi saya. Terserah mereka mau bilang apa, yang penting itu adalah urusan saya dengan Tuhan saya. Tapi, itu memang tidak bisa dibiarkan. Alhamdulillah, Allah memberikan petunjuk dan jalan melalui sahabat perjuangan yang setia.

Ntah sudah berapakali tetesan air mata ini membasahi pipi. Berapakali pula bantahan yang  saya terima. Berapa kali pula ketika saya anggap orang tersebutlah yang salah, tetapi tetap saja saya yang dimarahi. ini ketika saya mengadukan apa yang terjadi kepada ayah. ketika saya katakan banyak hal tentang liku masalah yang saya hadapi, Ayah malah marah dalam artian agar saya memiliki mental yang kuat, tidak lemah ketika dimusuhi, dibenci, dibantah, dianggap tiada dan segala yang mengecewakan atau keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hingga memang hal ini lah yang kurasakan sekarang ini yang ternyata tetap saja masih membuat saya cengeng. Ketika itu saya tetap menangis. *cengeng.

Tak kuat rasanya menahan masalah-masalah yang sama terjadi lagi meski telah diberitahu cara untuk menyelesaikannya. Semua itu bukan tidak saya lakukan, namun tidak ketemu ujungnya. Ujung atau solusi dari permasalahan itu, karena hubungannya bukan pada diri saya sendiri akan tetapi terkait juga dengan orang lain. Orang lain ini? Apakah dia juga sama pikirannya dengan saya? Apakah dia juga sepaham dengan apa yang saya pahami? Apakah hatinya juga berharap seperti apa yang saya harapkan?  TIDAK.

Barangkali mereka punya masalah yang lebih berat daripada masalah yang sedang saya hadapi. Barangkali juga mereka tengah dilanda frustasi yang lebih hebat. Ataukah mereka lebih buruk dari saya! Semua tidak bisa ditebak dengan kasat mata. Hati manusia sangat dalam, lebih dalam daripada samudra, tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah saja.

Kesimpulannya, tidak ada gunanya tangisan jika engkau telah menyerahkan segalanya pada Allah. Hanya Dia. Berbahagialah sekarang juga. Manusia tidak bisa diharapkan sepenuhnya. Mereka hanyalah pengisi hidup yang menemani ujian dan cobaan menuju Ridho-Nya. Maafkanlah orang-orang yang telah membuat hatimu terluka. Redamlah amarah dengan mengatakan dalam hati “Ya Allah anugrahkan aku hati yang Ikhlas dan Sabar”. Maka semua akan terasa INDAH. Selamat bagi PEMENANG hari ini. Wallahu’alam bishawwab.

Teman, apapun yang terjadi, tetaplah menjadi temanku. Jangan heran aku katakan demikian, karena siapa tahu tentang hati. Hati yang punya kebiasaan bolak-balik. Bisa jadi hari ini engkau menyayangiku, besok besok berubah menjadi biasa-biasa saja atau bahkan membenciku. Bisa jadi sekarang teman, engkau menyanjungku, mana tau besok-besok ingin menghindar dari kehadiranku dalam bentuk apapun. Bisa jadi hari ini teman, engkau sahabatku, teman baikku, saudara seiman bagiku, wallahu’alam hati kita siapa yang tahu, Hanya Dia.

Perjuangan kita tidak sampai disini, jika memang disana tidak dapat menampung ide-ide atau gagasan kita, mari bersama kita lirik tempat yang lebih luas untuk bisa menampungnya. Yakinlah suatu saat kita pasti bisa sukses.

Teman, Perjuangan ini akan kupahat sebaik-sebaiknya dalam bingkai keharmonisan nuansa hati. Sungguh engkau semua adalah saudara terbaik yang saya temukan selama ini. Semoga Allah merahmati dan menjaga iman-iman kita, hingga suatu hari dimana tidak ada pertolongan selain pertolongan Allah kita ditemukan dan dikumpulkan pada kenikmatan yang abadi. Silaturrahim ke Syurganya Rasulullah. Aamiin Allahummma AAmiin. ^_^
Mereka saudaraku;

Andriani Syofyan
Nugraha Yuda Perdana
Robi Chandra
Sharah Naningsih
Nailul Hidayati
Rahma Eka Saputri
Burhanizain Fithra
Farid Miftahul Ramdhan
Muhammad Harist
Giva Putri Maryesya
Yogi Putra Dinata
Yumira Shifa
Fauziyah Husna As Padang, 17 April 2012 pukul 22.15 s/d 22.50 wib

Read More